Di tengah ramainya gerakan mahasiswa dalam menuntut beberapa kebijakan yang tidak populis, Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Jawa Timur (PKC PMII Jatim) datangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Provinsi Jawa Timur, Senin siang (30/09/2019) di Jl. Ahmad Yani no. 116 Surabaya.

Dipimpin langsung Ketua PKC PMII Jatim, Abdul Ghoni, kehadiran organisasi kemahasiswaan ini disambut langsung oleh Irjen Polisi Drs. Lucky Hermawan, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim).

“Alhamdulillah, barusan kami sudah bertemu dengan bapak Kapolda langsung. Selain untuk silaturahim, kami ingin memastikan kondisi Jawa Timur saat ini sedang baik-baik saja,” ungkap Abdul Ghoni, setelah keluar dari Mapolda Jatim.

Ghoni menambahkan, pihaknya juga meminta kepada Kapolda Jatim untuk meneruskan aspirasinya kepada Kapolri dalam kasus kematian Imawan Randi, mahasiswa yang tewas tertembak saat mengikuti aksi di Kendari.

“Ini juga bentuk solidaritas dari kami atas meninggalnya Sahabat Imawan Randi, saat mengikuti aksi demonstrasi di Kendari. Kapolri harus ambil langkah tegas untuk mengusut tuntas pelaku penembakan yang merenggut jiwa saudara kami itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim di hadapan mahasiawa memastikan kondisi Jawa Timur sedang baik-baik saja, meski banyak gerakan mahasiswa di daerah-daerah.

“Saya tidak ingin kejadian seperti di Kendari itu terjadi di Jawa Timur. Saya akan perintahkan seluruh Kapolres di Jawa Timur untuk memperlakukan massa aksi dengan baik, selama aksi itu tidak melampaui sebatas,” tegas Lucky.

Setelah pertemuan ini, PKC PMII Jawa Timur akan terus mengawasi setiap tindakan kepolisian di Jawa Timur, saat mengamankan aksi demonstrasi.