Oleh : Mohammad Ihsan, S.Mat

Perkembangan teknologi digital semakin pesat. Pengguna media sosial sejak tahun 2000 an hingga sekarang terus meningkat, mulai dari anak anak, remaja, hingga ibu rumah tangga tidak lepas dari yang namanya media sosial. Media sosial sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar.

Banyak pergeseran nilai yang awalnya dari media sosial seperti rasisme, hoax, fitnah memfitnah dan perselingkuhan yang berujung pada perceraian hingga pembunuhan. Bahkan silaturrahim di era revolusi industri sudah banyak menggunakan media sosial, itu semua dapat menghilangkan esensi dari silaturrahim tersebut.

Perusahaan perusahaan gadget luar negeri tidak hentinya memproduksi, berinvosi dan terus menyajikan gadget pintar kepada kita. Media sosial terus menghegimoni tidak mengenal batas usia. Kita sebagai generasi Muda NU tidak mampu berbuat banyak, kecuali mengikuti perkembangan zaman dan terus berinovasi dan berkarya hingga mampu bersaing dikancah internasional.

Jalan satu-satunya warga Nahdliyin harus melek madia, manfaatkan aplikasi-aplikasi yang sudah sangat canggih, membuat konten kreatif yang mampu mengedukasi masyarakat Indonesia lewat media sosial seperti Facebook, Twitter, Instragram dll. Maka Indonesia mampu menjadi negara yang di cita-citakan oleh pendirin bangsa.

Bukan rahasia lagi bahwa gadget produk asing dengan aplikasi canggihnya sudah mampu mengubah peradaban bangsa Indonesia. Jika demikian apa yang bisa kita lakukan? jawabannya, sadar. Kuncinya kita harus sadar betul akan jajahan bangsa lain ke republik ini. Ketika gadget pintar sudah mampu memberikan informasi-informasi yang ingin memecah belah persatuan bangsa, semisal rasisme, hoax, fitnah dan ujaran kebencian dengan cepat.

Sementara kita sebagai kader Muda NU tidak mampu memfilter informasi itu dengan baik, bahkan kita terlibat membagikan konten-konten seperti itu dan menghilangkan etika bermedia sosial tunggulah kehancuran bumi Pertiwi. Artinya kalau kita mampu berkarya setidaknya kita mampu mefilter informasi yang tidak berfaedah yang ingin memecah belah kesatuan republik Indonesia.

Kuasai medan perang dari segala penjuru dan matang strategi. Buat para musuh kocar kacir. Boleh jumawa bahwa kita paling NKRI, tidak ada yang salah, jika hal itu demi bumi pertiwi, ingat bahwa aset kita paling besar di republik ini. Jangan sampai kita melepaskan aset yang sudah diwariskan oleh pendiri bangsa dan para ulama. Wajib kita membela tanah air.

Lakukan apa yang bisa kamu lakukan, berdakwah di media sosial adalah hal penting, beri perhatian khusus untuk tanah air. Siapapun yang ingin memecah belah persatuan bangsa Indonesia lewat media atau jalur instusional itu adalah lawan kita. Ganyang setiap oknum yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Jangan kasih ampun. Karena NKRI adalah harga mati.